يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Mujadilah:11) Menuntut ilmu merupakan jenis ibadah. Namun ilmu merupakan jenis ibadah yang memiliki nilai dan kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan jenis ibadah lainnya. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: فَضْلُ الْعِلْمِ خَيْرٌ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ وَمِلاَكُ الدِّيْنِ الْوَرَعُ “Keutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan ibadah. Dan kunci agama adalah bersikap wara’.” (Diriwayatkan oleh Al-Bazzar, Abu Nu’aim, Al-Hakim, dll, dari hadits Hudzaifah ibnul Yaman. Juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Qais bin’ Amr Al-Mula’i, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4214. Lihat pula Shahih Jami’ Bayan Al-‘Ilmi Wa Fadhlihi no. 27) Hadits ini menjelaskan demikian mulianya ilmu dan penuntut ilmu. Ini disebabkan karena seorang yang berilmu kemudian mengajarkan ilmunya, mendakwahkannya, hingga Allah memberikan hidayah kepada orang lain dengan sebab dakwahnya, maka menjadi salah satu amal jariyah baginya. Selama ada yang mengamalkan ilmunya tersebut, maka dia akan terus mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala walaupun dia telah meninggal. Berbeda dengan orang yang mengerjakan shalat sunnah dan semisalnya, tidak ada yang merasakan manfaatnya kecuali hanya dirinya sendiri. Ishaq bin Manshur rahimahullah berkata: “Aku bertanya kepada Al-Imam Ahmad tentang perkataannya: Mudzakarah (mengulang-ulangi) ilmu pada sebagian malam lebih aku senangi daripada menghidupkannya (dengan qiyamul lail). Ilmu apakah yang dimaksud?” Beliau menjawab: “Yaitu ilmu yang memberi manfaat kepada manusia dalam perkara agamanya.” Aku bertanya lagi: “Dalam hal (cara) berwudhu’, shalat, puasa, haji, talak, dan semisalnya?”. Beliau menjawab: “Iya.” (Shahih Jami’ Al-Bayan, 30/45) Dan berkata pula Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi: Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: طَلَبُ الْعِلْمِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّلاَةِ النَّافِلَةِ “Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunnah.” (Shahih Jami’ Al-Bayan, 31/48) Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: “Aku tidak mengetahui ada satu ibadah yang lebih afdhal daripada seseorang yang mempelajari ilmu.” (Shahih Jami’ Al-Bayan, 46/78) Mari kita luangkan waktu untuk bersama-sama mengkaji ilmu-ilmu yang syar'i, memperbanyaknya dengan mendatangi majelis-majelis ilmu, agar amal ibadah kita makin berkualitas, karena ilmu yang menghasilkan amal perbuatan merupakan pemahaman agama yang benar sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan para Shahabat Radhiallahu Anhum. wallahu a'lam.
TAHLILAN (SELAMATAN KEMATIAN )TAHLILAN (SELAMATAN KEMATIAN ) ADALAH BID'AH MUNKAR DENGAN IJMA' PARA SHAHABAT DAN SELURUH ULAMA ISLAM Oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat "Artinya : Dari Jarir bin Abdullah Al Bajaliy, ia berkata : " Kami (yakni para shahabat... more | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
mohon bantuan sodare2untuk REPORT ABUSE http://muslimahalim.multiply.com/Report abuse aje... "siluman kafir kadal pengecut ini" !!.. yg mo langsung nge-Report Abuse,silakan aje klik D I S I N I dan jangan lupa tuliskan, minimal, seperti ini : I am reporting... more
Untuk bermasyarakat bolehkah ikut kegiatan Bid'ah?
|
Imam Asy-Syafi'i (Pembelaannya Terhadap As-Sunnah)IMAM ASY-SYAFI'I (PEMBELAANNYA TERHADAP AS-SUNNAH)Rasanya, tidak ada seorang pun yang diberi kemudahan oleh Allah di dalam menuntut ilmu, yang tidak mengetahui sosok satu ini. Sosok salah seorang ulama di antara empat madzhab terkenal di muka... more
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||




